Jerman Fest Sebagai Basis Kerjasama “Poros Indonesia Jerman”

Jakarta, SAJ – Dalam sambutan yang disampaikan oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia Dr. George Witschel dikatakan bahwa acara akbar yang bertajuk Jerman Fest ini merupakan manifestasi dari itikad kedua negara untuk menjalin hubungan dan kerjasama yang erat melalui proses pertukaran informasi yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak.

 

20150905-JermanFest_SAJ-paula-happyLebih dari seribu undangan dan sejumlah figur publik, khususnya di bidang seni film Indonesia memadati acara pembukaan parade budaya, teknologi, politik, ekonomi dan olehraga yang bertajuk Jerman Fest memenuhi Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (5/9/2015). Kecuali itu masyarakat juga memenuhi tempat yang disediakan untuk menyaksikan pertunjukan yang sama di ruang terbuka dengan layar lebar.

“Bersama acara ini, saya berharap bahwa hubungan kedua negara menjadi semakin erat dan mendorong proses pertukaran informasi yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak,” ujar Witschel.

Witschel menekankan bahwa kerjasama dalam pertukaran informasi tersebut, bukan sekedar pertukaran kebudayaan semata, melainkan juga mencakup kerjasama dibidang ilmu pengetahuan, politik dan ekonomi. Hal ini ternyata memiliki kesamaan makna dengan tekad Alumni Jerman dalam menggalang dan membangun ekosistem “Poros Indonesia Jerman” di lingkungan yang sama.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan yang mewakili Mendigbud Anies Baswedan, mengatakan bahwa dengan adanya acara ini menunjukkan Indonesia dan Jerman merupakan partner strategis. Acara ini memungkinkan adanya pertemuan kebudayaan dari kedua negara demi terciptanya kemajuan dan perdamaian.

“Acara ini memungkinkan terjadinya konvergensi teknologi, ilmu pengetahuan dan lainnya, dan yang paling penting adalah kebudayaan, dimana konvergensi kedamaian bisa tercapai dengan saling memahami, dan Jerman bersama Indonesia telah membuktikan hal itu,” kata Kacung.

20150905-JermanFest_SAJ-Metropolis-audienceSetelah pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Witschel bersama Kacung, Jerman Fest dinyatakan telah resmi dibuka. “Selanjutnya kita akan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Jerman” lanjut pembawa acara.

Dengan penuh hikmah, lagu “Indonesia Raya” didengungkan oleh 67 orang musisi Orkestra Film Jerman Babelsberg yang khusus didatangkan dari lokasi yang sama dekat Berlin, Jerman. Disusul dengan lagu kebangsaan Jerman “Deutsche Nationalhymne”, merupakan penanda awal dari rangkaian 21 acara marathon berbagai bidang selama 3 bulan di 7 kota termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Denpasar dan Medan serta beberapa acara di kota lainnya yaitu Bogor dan Tangerang.

20150905-JermanFest_SAJ-Metropolis-dinner0Orkes Film Babelsberg kemudian memainkan aransemen musiknya mengiringi film bisu Metropolis yang ditayangkan untuk menyambut malam pembukaan Jerman Fest tersebut. Dari informasi yang dihimpun SAJ, Metropolis adalah film bisu ekspresionis Jerman yang dibuat dengan proses pembuatan sekitar satu tahun yaitu antara 1925 hingga 1926 dan disutradarai oleh Fritz Lang. Setting Film berlatar kota masa depan dengan tingkat sosial terbelah, merupakan film fiksi ilmiah pertama dan diklaim sebagai salah satu karya terpenting dalam sejarah perfileman dunia. Baca selebihnya disini: http://bit.ly/1O0P3Wk

Iklan